Bukan perkara mudah ketika engkau memilih ku sebagai seseorang dalam hati mu,banyak perbedaan yang membuat kita jatuh bangun dan tiarap bersama.. tapi sejauh ituh kita masih mampu saling menggenggam tangan masing- masing... Entah siapa yang lebih sabar dari siapa..
Namun bukan sekali aku merasa kehilangan kasih sayang darimu, ketika
tanganmu tak lagi membelai lembut rambutku, mengecup keningku atau
mengucap “aku mencintaimu de”. Ada yang hilang dari diriku, ada
yang salah dengan diriku, adakah yang salah dengan dirimu juga? Mari
kita koreksi bersama, tetap bergandeng kita walau seperti ada bara api
di genggamannya. Seperti hendak memisahkan kita walau bagaimanapun
caranya.
Maafkan aku sayang, ketika akhirnya muncul kekuranganku…
Maafkan aku sayang, ketika tanpa sengaja menjawab dengan ketus pertanyaanmu…
Maafkan aku sayang, ketika selalu mengeluh ini dan itu…
Maafkan aku sayang, ketika sikapku kurang berkenan bagimu…
Apabila sesuatu hal terjadi, maka komunikasi sebagai wadah mencari
solusi bukan sekedar berargumentasi atau membela diri. Bukan aku
bermaksud membantah setiap ucapanmu, tolong jangan beranggapan demikian.
Mari kita bicarakan dengan hati dan kepala yang dingin.
Bila memang sabar dan sayang masih dalam hati...
Aku masih menunggu mu di titik saat kau melangkah pergi...
Tapi bila kecewa yang telah kau genggam maka aku hanya sanggup meminta maaf...
Tapi satu hal rasa di hati ini tidak akan berubah... Andai suatu saat kau menoleh kebelakang..
aku pastikan aku akan ada di situ menanti mu...
Maaf.......