Kamis, 22 Oktober 2015

semedi

saat selera dan keinginan untuk menulis mulai hilang...
perlahan g ada ide lagi yang bisa q tuang kan dalam bentuk tulisan...
sepertinya aq mulai kehilangan jati diri...
harus semedi ini... agar bisa menemukan kembali semangat yang menghilang.....
 maaf mungkin blog ini q tinggalkan dalam jangka waktu yang aq endiri ga mampu untuk menjawab....
semoga saat kembali hati pun telah membaik....

Rabu, 21 Oktober 2015

Maaf

Bukan perkara mudah ketika engkau memilih ku sebagai seseorang dalam hati mu,banyak perbedaan yang membuat kita jatuh bangun dan tiarap bersama.. tapi sejauh ituh kita masih mampu saling menggenggam tangan masing- masing... Entah siapa yang lebih sabar dari siapa..

Namun bukan sekali aku merasa kehilangan kasih sayang darimu, ketika tanganmu tak lagi membelai lembut rambutku, mengecup keningku atau mengucap “aku mencintaimu de”. Ada yang hilang dari diriku, ada yang salah dengan diriku, adakah yang salah dengan dirimu juga? Mari kita koreksi bersama, tetap bergandeng kita walau seperti ada bara api di genggamannya. Seperti hendak memisahkan kita walau bagaimanapun caranya.

Maafkan aku sayang, ketika akhirnya muncul kekuranganku…
Maafkan aku sayang, ketika tanpa sengaja menjawab dengan ketus pertanyaanmu…
Maafkan aku sayang, ketika selalu mengeluh ini dan itu…
Maafkan aku sayang, ketika sikapku kurang berkenan bagimu…

Apabila sesuatu hal terjadi, maka komunikasi sebagai wadah mencari solusi bukan sekedar berargumentasi atau membela diri. Bukan aku bermaksud membantah setiap ucapanmu, tolong jangan beranggapan demikian. Mari kita bicarakan dengan hati dan kepala yang dingin.

Bila memang sabar dan sayang masih dalam hati...
Aku masih menunggu mu di titik saat kau melangkah pergi...
Tapi bila kecewa yang telah kau genggam maka aku hanya sanggup meminta maaf...

Tapi satu hal rasa di hati ini tidak akan berubah... Andai suatu saat kau menoleh kebelakang..
aku pastikan aku akan ada di situ menanti mu...

Maaf....... 

Selasa, 20 Oktober 2015

entah

Rasa nya lelah saat sekitar q mulai bertanya "mana nieh papa baru buat azka??"
Ada lagi komentar yang lebih g enak " mama azka khan cantik.. jangan lama - lama nanti jadi fitnah lho... "
Astaghfirullah...
Gagal rasanya hati ini untuk move on denger kata - kata begitu...
Belum lagi ada yang dari seberang gang bertanya " katanya deket ma putra nya bu ini yah??"
Ati-ati lho orang nya gini - gini.... dan bla dan bla dan bla...
Ya Allah kalau boleh aq ingin menghilang sesaat...
Apa benar untuk mengakhiri sebuah gosip harus memunculkan gosip yang baru??
Trus aq kudu pieee???
Klu sudah gini apa aq harus menyalahkan orang yang membuat saya pada posisi seperti ini??
Misal papa nya Azka mungkin... Atau Putranya bu itu yang membuat q galau setiap hari...
Lelah dengan semua pemberitaan ituh... Lelah juga dengan pertanyaan mama papa...
Akhirnya aq mengganggu putra nya bu itu untuk menanyakan sebenarnya gimana hubungan kita ke depan??
Bukan jawaban yang q dapat malah kata kecewa..
dy bilang aq ga bisa ngertiin dy...
Lha trus yang ngertiin aq sapa klu kaya gini??
Ya Allah apa aq salah??
Apa aq kekanak-kanakan??
Kenapa semudah ituh dy memutuskan pergi??
Apa aq yang salah??
Dulu papanya azka pun begitu mudah melepas kan aq..
Sekarang juga... Apa aq ga pantas di cintai??
Entah lah...
YA Allah ampuni aq atas pertanyaan q yang tak pantas q lontar kan...