Senin, 11 Oktober 2010

Mintalah Kepada KU

Ada sebuah riwayat yang diceritakan oleh Ibn Husain, yang kiranya patut kita renungkan. Isinya tentang firman Allah SWT. yang berbunyi:

"Demi kemulian dan kebesaranKU dan juga demi kemurahan dan ketinggian kedudukanKU di atas Arsy...
AKU akan MEMATAHKAN orang yang BERHARAP kepada selain AKU dengan KEKECEWAAN.
akan AKU pakaikan kepadanya pakaian kehinaan di mata manusia. AKU singkirkan ia dari dekatKU, lalu KUputuskan hubunganKU dengannya."

Mengapa ia berharap kepada selain AKU ketika dirinya sedang berada dalam kesulitan. Padahal sesungguhnya kesulitan itu berada ditanganKU dan hanya AKU yang dapat menyingkirkannya?
Mengapa ia berharap kepada selain AKU dengan mengetuk pintu2 lain padahal pintu2 itu tertutup? Padahal, hanya PINTUKU yang terbuka bagi siapa pun yg berdoa memohon pertolongan dariKU...

Siapa kah yang pernah mengharapkan AKU untuk menghalau KESULITANnya lalu AKU KECEWAKAN?
Siapakah yang pernah mengharapkan AKU karena dosa2nya yang besar, lalu AKU putuskan HARAPANNYA?
Siapa kah pula yang pernah mengetuk pintuKU lalu tidak AKU bukakan?

Aku telah mengadakan hubungan langsung antara AKU dengan ANGAN2 dan HARAPAN seluruh makhlukKU. Akan tetapi, mengapakah mereka malah bersandar kepada selain AKU?
AKU telah menyediakan semua harapan hamba2KU, tetapi mengapa meraka tidak puas dengan PERLINDUNGANKU?

Dan AKU pun telah memenuhi LANGITKU dengan para MALAIKAT yang tiada pernah jemu bertasbih padaKU, lalu AKU perintahkan mereka supaya tidak menutup pintu antara AKU dan hamba2KU. Akan tetapi, mengapa mereka tidak percaya kepada FIRMAN2KU?

Tidakkkah mereka mengetahui bahwa siapapun yang ditimpa bencana yang Aku turunkan tiada yang dapat menyingkirkannya kecuali AKU? Akan tetapi mengapa AKu melihat ia selalu berpaling dariKU?

AKU telah memberikan kepadanya apa2 yang tidak sampai harus ia MINTA. ketika semua itu AKU cabut kembali darinya, lalu mengapa ia tidak lagi memintanya kepadaKU?

Apakah AKU yang memberi sebelum diminta, lalu ketika dimintai tidak AKU berikan?
Apakah AKU ini BAKHIL, sehingga dianggap BAKHIL oleh hambaKU?
Tidakkah DUNIA dan AKHIRAT itu semuanya MILIKKU?
Tidakkah semua RAHMAT dan KARUNIA itu berada diTANGANKU?
Tidakkah DERMAWAN dan KEMURAHAN itu dalah SIFATKU?
Tidakkah hanya AKU tempat bermuaranya semua HARAPAN?

Apa pula yang diharapkan oleh orang2 yang berharap, andaikata AKU berkata kepada semua penduduk langit dan bumi. "MINTALAH KEPADA-KU!"
AKUpun lalu memberikan kepada masing2 orang, pikiran apa yang terpikir pada semuanya..

Dan semua yang kuberikan itu tidak akan mengurangi kekayaanKU meskipun sebesar DEBU. Bagaimana mungkin kekayaan yang begitu sempurna akan berkurang, sedangkan AKU mengawasinya?

Sungguh alangkah celakanya orang yang terputus dari RAHMATKU. Alangkah kecewanya orang yang berlaku maksiat kepadaKU dan tidak memperhatikan AKU, dan tetap melakukan perbuatan2 yang haram seraya tiada MALU kepadaKU..
..................................................

Mengapa kita senantiasa berpaling dari jaminanNYA?
Tiada percaya pertolonganNYa yang begitu dekat??
Maka sahabat, adalah sebuah tindakan bijak apabila saat ini kita mengevaluasi kembali hubungan kita dengan ALLAH.
Yang salah satunya adalah dengan DO'A.....

Bila Hati Rindu Menikah

Pernikahan itu untuk dijalani bukan hanya sekedar di logika atau dipikirkan. Karena jika kita hanya melogika, pasti kita tak kan berani untuk melangkah. Melangkah dengan keimanan yana ada di dalam dada bukan berdasarkan Logika

Ini adalah kisah seorang teman yang di ceritakan kepada saya sebagai nasehat untuk menyegerakan pernikahan....
“ Ketika saya menikah, saya belum punya pekerjaan yang mapan, saya dan istri masih kuliah. Kalau saya hanya melogika tentu pernikahan ini tak akan terjadi. Apa nanti yang saya berikan kepada istri dan anak. Tapi saya yakin dalam perjalanan nanti Allah pasti menolong saya seperti apa yang telah ia janjikan “ Jika kamu miskin, maka Allah akan memampukan dengan karunia – Nya” (QS. An_Nur [24] : 32). Dan alhamdulillah dalam perjalanan selanjutnya Allah benar - benar melimpahkan karunia – Nya kepada saya, walaupun saya juga sempat merasakan sedikit kesulitan, tapi saya tetap yakin bahwa itu semua hanyalah tahapan yang mesti di lalui oleh siapa saja yang mengarungi bahtera Rumah Tangga. “

Saat kita mendahulukan logika akal ketika hendak menikah maka yang nampak dalam bayangan adalah “semua serba sulit”. Meskipun sebenarnya hati sudah sangat rindu untuk segera menikah. Semakin jauh kita mengedepankan logika, maka yang nampak justru kesulitan yang makin menjadi dan semakin mustahil untuk melangkah ke pernikahan. Jadi sebaiknya kita tinggalkan segala macam logika yang menampakan kesulitan dalam mengarungi bahtera Rumah tangga karena semua itu berasal dari syaitan. Semakin jauh kita mengedepankan akal maka syaitan akan mendatangi mu dari berbagai arah seperti yang telah di ikrarkan syaitan sendiri bahwa i akan menggoda anak keturunan Adam dari berbagai arah.

Iblis menjawab : “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat saya benar – benar akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka, belakang, kanan dan kiri. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (Q.S Al-A'raaf [7] :16-17)”
Syaitan menjanjikan kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan; sedangkan Allah menjanjikan ampunan daripada -Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas karunia – Nya lagi Maha Mengetahui. (Q.S 2 :268)

Dan jika kita hanya menggunakan logika akal semata pasti kita tidak akan jadi melangkah.saat hendak berbuat baik termasuk menikah. Karena semakin jauh kita mengedepankan logika ketika menikah yang nampak hanya kesulitan, kesusahan serta masa depan yang suram saja di depan mata kita.

Kemudian tenangkan lah dirimu lalu dengarkan baik – baik bisikan hati nurani mu, bila kamu mendengar suara “ Aku Rindu Menikah” lalu kenapa harus ragu dan bimbang?? Ingatlah sabda Rasulullah SAW :
" tidaklah suatu kaum berlambat – lambat dalam suatu urusan, sampai Allah menjadikanya benar – benar lambat' (HR. At-Tarmidzi)"

Oleh karena itu Bulatkan tekadmu untuk segera menikah. Ucapkan lah “BISMILLAH” ________ AKU MELANGKAH.”



Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang – orang yang bertawakal kepada – Nya. (Q.S. Ali Imran [3] : 159)

Angan Dalam Hujan

rinai hujan masih terdengar

seperti nyanyian jiwa yang sepi

menjatuhkan satu satu manik air

satu tetes di daun itu

satu lagi di ujung atap

masih setia dengan irama yang sama

komposisi alam tanpa birama

awal hari belum mulai

masih setia dia dengan nyanyiannya

membekap keinginan untuk berimaji

untuk bebaskan jiwa yang nelangsa

oh hujan,

andai engkau tahu maksudku

sekedar memeluk lembayung di ujung horizon tadi sore

untuk kujadikan teman minum teh di serambi mimpi

oh hujan,

akankah engkau menemaniku

menghabiskan sisa waktu

sampai jingga menjemput di ufuk timur

:di beranda itu, aku ingin menunggumu, lagi

hati membadai, membaca sajak hujan.
meniti rinai yang semakin abstrak
jatuh di telapak kelopak melati
yang menggeliat dicumbu angin
daun ketapang kering jatuh luruh
luruh bersama tetes air yang memburai
dari perut langit, yang memekik.
terkenang di sudut benak

hati membadai, teringat rindu
menunggumu di beranda depan
di salah satu sisi semadi
yang telah mulai terlupa.
hanya ingatan tentang tetesan
pucuk air di pucuk daun,
tentang keping batu yang tersusun
menghitam, tergambar basah
di bawah tapak-tapak langkah
yang menyusun hari-hari

hati membadai, lukisan-lukisan tua
memaksa datang, menelikung dari balik sunyi
seolah ketitir berdendang asmarandana
memenuhi loka dengan nada-nada
bagai cenderasa yang menghujam, menikam
di atas kayu coklat tua, jiwa terlena
o, kapankah datang lagi tembang itu ?
biar mengisi ruang, yang kini mulai kosong
yang bersusah menepis getir,
menelan rindu yang semakin pahit

:di beranda itu, aku ingin menunggumu, lagi

Kamis, 07 Oktober 2010

resah

Aq....
tiba" ajha ngerasa takut.... ngerasa ga yakin,.... ngerasa ga percaya.... tapi apa alasannya???
Padahal penyebabnya hanya satu... karena aq terlalu banyak melihat hal" yang terjadi di masa lalu yang seharusnya sudah kami hapus.... tapi ternyata belum terhapus dari memorinya... dan itu menyakiti hati.... huft..... aq resah... entah sampai kapan...