Jumat, 17 Juli 2015

yeee birthday....

yeeee.... ultah... yang ke .....  (rahasia ach... )
permintaan kali ini lebih simple Ya Allah.. semoga KAU menjadikan aq lebih baik dari sebelumnya..
mama terbaik untuk azka, anak terbaik untuk orang tua, dan sahabat, teman, kk, ade terbaik untuk semua... amin....

dan Ya Allah jika boleh... aq ingin merasakan sekali lagi Ya Allah.. untuk yang terakhir kali nya... Jika boleh... Ya Allah aq merayu mu hari ini... supaya KAU mengijinkan aq... sekali lagi....

jika boleh aq ingin sekali lagi Jatuh cinta.. pada seorang pria yang mungkin KAU pilihkan untuk ku... seorang pria yang bisa membimbing ku untuk tetap berada di jalan MU... membimbing ku untuk selalu menuju MU... mengajarkan ku untuk mencintai dia melalui MU...

jika boleh.... Allah itu permintaan q... terima kasih atas semua yang indah yang terjadi di tahun lalu,,... terjatuh dan bangun lagi jatuh lagi dan bangkit atas kuasa MU... terima kasih memberiku kepercayaan sebesar ini.. terima kasih atas kesabaran dan kewarasan yang masih KAU berikan pada q...

mama dan papa terima kasih atas semua nya... ketegaran dan kegigihan kalian membangkitkan q kemaren... tanpa kalian aq tidak akan seperti ini... terima kasih mengajarkan aq untuk kuat dan tegar... terima kasih untuk menyayangi q...

dan untuk seorang pria yang sedang berusaha membuka hati q... semoga kau tidak bosan... :D

Senin, 13 Juli 2015

jatuh cinta

Jatuh cinta bkn berarti siap menjalin hubungan cinta. karena saat kita jatuh cinta kita harus mempersiapkan hati, jiwa dan waktu untk menuai cinta tersebut.. cinta adalah tentang hati.. tentang rasa... tentang jiwa yang takut terluka...
aq terlalu takut untuk membuka hati setelah semua hal yang q lewati.. banyak pertanyaan yang muncul di kepala q.. mampukah aq menjadi seorang istri kembali?? mampu kah aq menyerahkan kembali hati q yang sudah tidak utuh?? mampukah aq kembali menyerahkan diri untuk d cintai dan di jaga...
saat ini aq memang merasa kan cinta. tapi apa aq siap untu sebuah hubungan?? TIDAK.. aq tidak siap... entah sampai kapan.. yang q tau saat ini aq tidak siap...
hubungan adalah sebuah komitmen,,, ada janji di dalamnya. bila sudah membicarakan sebuah hubungan selalu melingkupi hal yang lebih besar dari aq dan kamu...

jika di tanya kapan aku siap?? jawaban q akan sama... aq Tidak siap....

Jumat, 10 Juli 2015

Uraian Sepi

Pernah merasa sepi, sunyi, sendiri?

Pasti pernah.

Kenapa ia hadir? Milik siapakah ia? Milik si miskin atau si kaya, yang beriman atau kufur, yang tua atau muda, yang berjaya atau papa?

Kita sering berfikir bahwa yang sering merasa sepi adalah yang sendiri, yang merasa sunyi adalah yang miskin harta. Benarkah?

Sepi, sunyi adalah rasa yang penuh misteri. Kita merasakannya tapi berbeda maknanya bagi setiap orang. Bagi sebagian orang sepi, sunyi identik dengan menyedihkan, menyedihkan identik dengan seuatu yang tak di sukai. Bagi sebagian orang, sepi, sunyi tak selalu tak di sukai walau kadang memang menyedihkan perasaan.

Bagi yang merasa sepi, sunyi sesuatu yang tak di sukai cenderung mencari pelampiasan atau penghiburan. Caranya juga macam macam, tapi rata rata yang merasa sunyi selalu mencari keramaian. Ke pesta, pertemuan kelurga, atau bikin pesta sesering mungkin dan minimal kalau itu tak memungkinkan menghidupkan tape recorder atau TV, Radio untuk 'menemani'.

Merasa membutuhkan berarti ada yang kurang dalam diri kita. Seperti haus atau lapar, menandakan tubuh kita telah kehilangan cairan dan butuh pengganti. Pun merasa sunyi, sepi, berarti kita membutuhkan sesuatu. Permasalahannya adalah banyak kita tak mengerti apa sebenarnya yang di pinta oleh 'rasa sepi dan sunyi' itu.

Selama ini sepi obatnya ya keramaian, benarkah?

Jika ini mutlak benar ada orang yang tetap merasa sunyi dan sepi walau di keramaian, akhirnya mereka bosan padanya (sebagian) dan mencari obat sepi dan sunyi yang lain. Pada orang orang kaya mereka mencarinya dengan membuat pesta tiap minggu, seperti perlakuan banyak artis dan aktor, pejabat yang kaya, orang orang ternama seperti Paris Hilton misalnya.

Keramaian itu ternyata juga tak terlalu menghibur maka mereka butuh yang lebih 'menghanyutkan', minuman keras awalnya, tapi semakin lama sang sepi tak juga pergi maka perlu di tambah 'penghibur yang lain' seperti opium, ganja dan segala macam obat obatan terlarang. Tapi masih kurang, mereka butuh yang lebih 'menyenangkan' seperti perempuan dan lelaki 'penghibur'. Tak juga memuaskan rasa sepi, mereka menambah dosisnya , lagi, lagi, lagi,.. hingga sang Raja Sepi sesungguhnya memeluknya di alam kubur.

Mereka yang mengkonsumsi obat obatan terlarang itu, yang mencari lelaki dan perempuan penghibur itu, yang selalu mencari perhatian publik, seperti para artis di mana saja yang selalu ingin tampil beda itu, orang orang kaya yang membeli satu plat mobil dengan harga milyaran (seperti tindakan seorang miilyuner dari Arab :) itu, milyarder milyarder yang membangun istana istana itu, yang mengoleksi segala lukisan lukisan mahal itu, atau mereka yang mengoleksi permata yang di pakai hanya setahun sekali itu hanyalah orang orang yang mencari 'teman', penawar sepi. Hanya itu!. Seperti Michael Jackson (almarhum), Madonna, Agnes Monica dan ribuan selebritis di dunia atau orang kaya yang berusaha membeli 'teman penawar sepi' dengan uangnya. Tapi mereka tak pernah menemukannya......

Sang sepi semakin merajalela, menguasai seluruh singgasana jiwa. Karena harta, kecantikan, ketampanan, kejayaan adalah sang raja baru yang selalu membutuhkan 'teman penghibur'. Jutawan membutuhkan orang miskin agar tetap menjadi kaya, yang cantik dan tampan selalu membutuhkan yang jelek agar tetap menjadi cantik dan tampan, sang artis selalu membutuhkan fans sebagai pemuja, pemimpin selalu membutuhkan pengikut agar menjadi ketua, sang raja selalu membutuhkan rakyat untuk berkuasa. Tanpa teman penghibur itu jutawan, artis, yang cantik dan tampan, para pemimpin bukanlah apa apa dan tak pernah menjadi siapa.

Mereka para raja, artis dan aktor, yang cantik dan tampan, para jutawan yang tak tahu di mana bisa mencari penawar sepi itu adalah orang orang miskin dan papa. Mereka butuh 'makanan' untuk semua raja raja baru itu. Raja kebesaran seringnya berkerabat dekat dengan keangkuhan. Dan keangkuhan adalah lambang kemiskinan yang paling parah. Angkuh selalu membutuhkan orang orang yang lebih 'rendah' untuk menjadi besar.

Apakah orang miskin, yang jelek, bukan jutawan, bukan artis, bukan pemimpin tak pernah merasa sepi dan sunyi?

Pernah!

Hanya tipenya beda dengan yang di atas. Mereka ini cenderung lebih mudah menemukan 'teman penghibur sementara'. Yang miskin bisa menangis bahagia ketika seseorang memberinya seekor ayam untuk lebaran esok hari, tapi bagi si jutawan, semilyar ayampun tak berarti apa apa. Bagi si jelek bisa tersenyum sepanjang hari di depan cermin karena seseorang tersenyum padanya di sebuah kenderaan umum, tak peduli siapa. Tapi bagi seorang yang terkenal punya banyak fans, atau punya banyak pengikut seseorang yang tersenyum padanya bukanlah apa apa. Pernah lihat seorang artis di kerubuti fansnya kan. Ada yang rela melepas bajunya, berteriak teriak seperti hantu turun gunung, menangis, bengong hingga lalat masuk dan lansung menuju pusat pencernaan. Atau lebih dramatis, mereka menyambutnya dengan mengorbankan nyawanya.

Setiap orang orang berusaha mencari penawar sepi ini, tapi sedikit orang yang menemukannya.

Ada juga yang merasa sepi dan sunyi, tapi mereka menikmatinya bahkan mencarinya!

Mereka ini bahkan menjauh dari keramaian, secara sadar menyepi, menjauhkan diri dari segala hiruk pikuk keramaian. Di antara orang orang ini bahkan tersenyum di dalam kesendiriannya (tolong bedakan dengan orang gila). Apakah mereka kesepian? apakah mereka merasa sunyi?

Sendiri tak berarti kesepian, sunyi tak berarti menyedihkan.

Semua tipe orang orang di atas sama sama merasakan kesendirian tapi tak semua merasakan kesepian.Tak semua merasakan kesunyian itu menyedihkan. Lalu apakah sunyi dan sepi itu?

Sunyi dan sepi adalah perasaan jiwa yang kosong yang terlahir dari ruh yang lapar. Ruh sebagaimana tubuh membutuhkan makanan. Ia akan selalu lapar jika kita lupa memberinya makan. Tubuh kita tercipta dari bumi, maka ia membutuhkan sesuatu dari bumi. Ruh dan jiwa kita sesuatu yang turun dari langit, maka ia membutuhkan sentuhan langit, sentuhan yang jauh, yang sesungguhnya, yang kekal. Kita diciptakan untuk mengabdi kepada Al Malik, maka rongga jiwa kita telah di ciptakan untuk di isi dengan ibadah, penghambaan. Seperti tubuh, yang tetap kelaparan walau kita mengaji Al Qur'an tiada henti, sholat tak pernah usai. Begitupun ruh atau jiwa kita akan selalu lapar walau kita telah memiliki istana seluas langit dan bumi, memiliki kecantikan dan ketampanan seindah bidadari, dan memiliki kejayaan seperti Fir'aun. Sebab makanan tubuh adalah nasi dan teman remanya, sedang makanan jiwa dan ruh adalah ibadah dan penghambaan padaNYA.

Lapar tubuh bahayanya hanya kita semakin kurus atau paling banter meninggalkan dunia. Tapi lapar ruh atau jiwa membuat kita bisa membunuh manusia seluruhnya, binatang melata, tumbuh tumbuhan, menghancurkan bumi. Ruh yang kelaparan akan selalu merasa sunyi walau di keramaian. Sebab ia, sang ruh kita, membutuhkan kesendirian!

Ia membutuhkan kesendirian untuk bermunajat pada Rajanya, Allah.

Dalam konteks inilah kemudian, sepi dan sunyi baginya adalah kenikmatan ketika ia 'melihat' jejak jejak penciptaan di sekelilingnya. Ia sendiri, tapi ia di temani langit dan bumi beserta isinya, di temani para malaikat di langit, di tatap lembut oleh para bidadari surga, di sayangi oleh seluruh alam semesta. Sebab bukankah ketika Allah mencincati seorang hamba, maka seluruh alam semesta akan mencintainya?

Maka apa artinya baginya keramaian manusia yang akan meninggalkannya? apa artinya harta berlimpah yang akan memberatkannya? apa artinya kekuasaan yang akan di mintakan pertangungjawaban darinya? apa artinya kebesaran, fans yang banyak yang akan membuangnya ketika ia tak lagi 'berkuasa dan memiliki karya'?

Mengertilah kita mengapa para 'abid tak pernah memperdulikan di kurung di penjara, di buang dan di asingkan atau di singkirkan. Seperti Rasulullah, Sayyid Qutb, Zainab Al Ghazali, Nabi Yusuf, Nabi Isa dan banyak yang lainnya. Sebab mereka tak pernah 'sendiri' walau tak di temani.

Sepi dan sunyi.......terkadang indah, tapi seringnya menyakitkan.

Tergantung, secerdas apa kita mengenal penyebabnya. Kalau sepi kita jelas jelas karena kepergian ibu, obatnya ya harus ketemu ibu. Kalau sebabnya jelas jelas karena memang cuma sendirian di rumah dan sekeliling kita tak ada manusia ya berarti harus ketemu manusia.

Segalanya di tentukan oleh cara pandang kita atas sunyi dan sepi itu.....

Sebagian orang memandangnya dengan mata kepala, sebagian orang melihatnya dengan mata jiwa.

Apakah ada yang salah dengan sepi dan sunyi itu?

Oh sepi terkadang begitu perih, suatu saat selembut lantunan sukma......


Note : maav kepanjangan... aq hanya ingin mendiskripsikan sepi menurut persepsi ku sendiri..... thx apresiasinya....

The Voice of Rinai Hujan


salam

cinta

Kata mama, cinta itu seperti hujan.
Sering meruah tiba-tiba.
Menyisakan warna-warna di langit bernama pelangi.
Aku selalu mengingat kata kata beliau.
Saat hujan, aku selalu menanti pelangi diujung cakrawala sana.
Memandang keindahannya.
 Merendanya menjadi menjadi untaian indah.
Berharap ada ruah ruah semaian cinta dalam tiap indah warnanya.
Ku pikir cinta seperti itu selalu sejati 
karena tidak pernah dirancang 
kapan jatuhnya dan kapan hilangnya. 
Oleh karenanya aku selalu merenda cintaku 
 dengan hati dan jiwaku untuk lelaki
  yang beruntung membuatku mau merenda cinta itu. 
Cinta untukku selalu menyanyikan keindahan, 
jikapun ada tangis dan air mata, 
itu hanyalah karena ego yang terluka.

RH

RINDU

Angin....
Bisikkan padanya..
Aku rindu....
Ceritakan padanya..
Betapa sepi hari-hariku..
Betapa berat berjalan sendiri..
Tanpa dirimu..
Tanpa candamu..
Bayangmu....
Tak kan pernah cukup..
Menghapus kerinduan ini..
Akankah ku bertahan..
Di tengah rasa rindu yang terasa begitu berat..
Dan menyiksa..
Datanglah....
Biar kurasakan..
Bahwa masih ada warna..
Di atas lembar putih kisahku..


RH

SESEORANG

Memiliki seorang sepertimu,
seperti memiliki sebuah tempat bersandar bagiku.
aku hanyalah seorang perempuan dengan segala keterbatasannya,
yang tak pernah yakin akan setiap keputusan yang diambil,
yang membutuhkan seseorang untuk bertanya dan mengambil keputusan..

Memiliki seorang sepertimu,
membuatku merasa dibutuhkan,
saat kau lelah,
kau rebahkan kepalamu dipangkuanku,
meski tanpa kata,
tak lama kaupun tertidur,
membuatku sadar,
ditengah kekerasan hatimu,
kau membutuhkanku untuk selalu menemanimu..

Memiliki seorang sepertimu..
membuatku sadar,
aku tak bisa hidup sendiri,
tak bisa memikirkan diri sendiri,
karena kini ada hati lain yang harus kujaga,
ada cinta yang harus terus dipupuk,
dan ada dada yang bisa buatku bersandar ketika lelah

RH

Angan

Di sini telah ku tulis
Berjuta-juta kesaksian
Tentang kita dan sketsa perjalanan
Namun cerita selalu tak pernah sempurna
Karena jarak terlalu jauh
'Tuk di tempuh oleh anganan kita

Dan angananku telah kutitipkan padamu
Agar rindu itu 'kan menyatu
Dalam kenyataan dan bukan khayalan
Serta angananku belaka

Nurani didinding hati hampir retak
Dekaplah aku yang erat
Agar kita tak terpisahkan
Hanya karena khayalan dan anganan


RH

sedang rindu

Rinai hujan jatuh perlahan membasahi tanah yang begitu kering,
dedaunan menari mengucapkan selamat datang pada hujan,
karena rinai hujan memberikan kesejukan seluruh isi bumi.
Seharusnya aku senang karena senja ini begitu sejuk,
selama ini aku beranggapan bahwa rintik hujan selalu membuat suasana jadi romantis,
tapi kali ini, aku merasakan ada tetesan bening disudut mataku,
hati ini begitu teriris menahan rasa rindu,
begitu berat rasanya mencinta seperti ini.
Aku teramat sangat menyintai dan saat ini rasa rindu ini tak terbendung lagi,
rindu ini terasa menyiksa hati dan perasaanku,
betapa sulit menggapai nya,
betapa jauh jarak yang harus kulewati hanya untuk menggenggam jemari nya,
Betapa tersiksa diri ini manakala yang kucumbu hanya bayangan ,
ya hanya bayangan yang selama ini menemani hari-hariku,
menghapus sedikit rasa rindu ini,
tapi hari ini aku tak mampu lagi menahan diri ini rasa rindu ini telah menguasai seluruh alam pikiranku.
Inginnya aku berteriak sekencang-kencangnya agar beban di dada ini bisa lepas semua,
ternyata untuk berteriak pun aku tak mampu,
aku hanya mampu mendesah menyebut nama  nya perlahan,
dan menyebut nama Tuhan memohon kemurahan hatiNYA untuk dapat bertemu.
dimanakah kau berada tak dapatkah kau rasakan beban rindu yang sedang kutanggung saat ini?

...aku lelah, lelah mencumbu bayangmu,
bilakah kau datang?
Mendekap ku dalam hangat mentari pagi itulah impian terbesarku Kasih.
Tuhan, semoga Engkau bermurah hati memberi kami kesempatan untuk melepas rindu ini,
semoga ada belas kasihMU agar aku dapat menatap senyum hangatnya menatap lembut bola matanya,
menggenggam erat jemarinya yang selama ini hanya mampu aku khayalkan saja


VOICE of Rinai Hujan

AKU

Aku hanya kekaguman sesaat...
Mungkin lambat mungkin cepat....
Tapi kau sosok dalam cermin...
Bila mendekat luka berbenturan....

Aku cuma merunut denyut....
Rindu begitu merenggut...
Mengingatkan akan khayal memiliki....
Yang kini kian menjadi....


Lewat kata kata .....
Kau yang hisap jiwa ku...
Bak senandung nyanyian....
Mengharu birukan dunia ku.....

Lewat suara mu kau sulut sumbu sunyi ku....
Kini mampu kah kita saling mengisi....
Agar malam-malam kita tak kian kelu.....


Maka apabila.....
Terlontar kata-kata mu....
Maka hidup ku.....
Dalam peluk mu....


Voice of RH

SATU BAIT RINDU

Sendiri q merenung.....
di batas senja yang temaram....
bersembunyi dari keangkuhan dunia....
jauh dan tak tersentuh.......

di sini lah aq sendiri.....
memandang lautan luas dalam jangkauan mata.....
seolah tak berbatas bumi dan langit.....
Kunikmati senja ini sendiri..........

Mata q tertuju pada sebuah titik.....
titik di mana awan dan ombak terlihat bekejaran.....
mengingat kan q pada suatu kisah tentang sebuah rindu.....
rindu yang tertanam di dasar hati.....
kepada seseorang di balik cakrawala......
jauh....
tak tergapai......

Disini aq sendiri.....
memeluk asa yang membayang.....
jauh dan tak tersentuh.....
oleh rasa yang tak pernah terbayang........

wahai awan lukis kan lah kesepian ini......
kepada seseorang disana......
supaya dia mengerti tentang rasa ini......
bahwa aq membutuh kan dia................

wahai ombak deburkan lah kerinduan ini......
kepada dirinya yang jauh disana.......
bersama satu harapan di hati.....
bahwa dia rasa apa yang aq rasa.......

semoga awan dan ombak menyampaikan satu bait kerinduan q kepada nya...........


RH

SENANDUNG RINDU

Duhai kasih!
Mataku berkunang....
Bumi bergoyang....
Dunia ku tendang....

Di sebabkan menujumu tersekat....
Hari - hari merindui jadi berkeringat....

Apalah jarak bagai tombak....
Dilesatkan tepat d jantung kerinduan....

Apalah jarak bumi d rapat kan....
Diantara panas jalanan pantai utara....

Tatkala mata terpejam....
Menahan desir dada d buru....
Kala perjumpaan bukan hanya dalam angan....

Lava kerinduan itu menemukan celahnya.....

Senandung Rindu Rinai ku.....

RH

ELEGI

Malam demi malam..
Siang demi siang..
Aku bercinta dengan bayang wajah kekasih..
Sepanjang jalan melenggang...
Seluas ruang menghampa...
Aku berkeras menarikkan sepi...
Memuja tembang - tembang....

Mengapa memilih satu dari yang banyak?
Mengapa tak menumpuki sang satu dengan yang banyak?
Impian demi impian surgawi..
Terbanting di atas batu - batu....
Lalu aku di jalan menanjak dan berliku...
Berharap - harap sekaligus cemas...

Datang dan pergi...
Dari waktu ke waktu..
Hidup seperti hanya menunggu-nunggu jawabmu...
Jarum jam di tembok bosan menunggu...
Lalu melesat menusuki kalbu...
Rasanya sudah membeku aku....

Dalam demam ku sebut terus nama mu...
Sedang kecupan demi kecupan masih mewarnai sekujur tubuh...
Tapi tak satupun juga tanda-tanda cinta meredakan badai di dada....


The voice of Rinai Hujan....