Senin, 14 November 2011
AIR YANG LEKAT DI JENDELA
air yang lekat di jendela adalah perjalanan yang membuat kita jauh dari rumah...
Adalah rindu yang mengkerut saat hujan ini tiada...
Adalah waktu yang memberi kita ruang untuk bicara..
Adalah bahasa yang kita ubah jadi puisi...
Adalah sepi yang menggelinjang di paru-paru...
Adalah tubuh kita yang setia dijelajahi dingin
Menikmati Hujan
Hujan adalah salah satu ciptaan terindah Tuhan yang sangat saya kagumi. Meski peristiwa turunnya hujan tetap sama, namun menikmatinya membuat saya selalu terpaku dalam takjub.
Hujan memang mengagumkan. Coba tadahkan tangan kita untuk merasakan tetesan hujan, begitu sejuk..begitu menentramkan hati. Atau coba tengadah..lihat bagaimana indahnya jutaan buliran bening itu turun dari langit. Dan coba resapi, gemericik suaranya adalah musik alam yang mengesankan. Subhanallah...rasanya segala takjub yang ada terbungkam dengan sendirinya oleh keindahan hujan.
Oke,terkadang hujan memang menyebalkan...membuat jemuran lembap, membuat saya tidak bisa pergi kemana-mana, juga kadang kilatan petirnya membuat saya ketakutan. Tapi keindahan yang hujan tawarkan jauh lebih berarti dibanding itu semua. Maka dari itu saya senang menikmati hujan.. entah itu dari pinggir jalan sambil berteduh, dari balik jendela, atau sambil berlari-lari kecil di bawah guyuran sejuknya...
Oh ya, ada satu bagian penting dari ritual menikmati hujan yang biasa saya lakukan. Yaitu
menikmati rinai hujan sambil duduk di jendela kamar tidur ku...
Stop!!!!!!!!!!
Semakin difikirkan semakin rumit dan yang difikirkan benar tidak selalu benar, analisa ngarol ngidul tak kunjung selesai membuat semuanya tampat sangat rumit. Hidup Indah yang didambakan semakin pudar dengan terlalu banyak urusan yang tidak perlu. Semua ada waktunya, langkahpun ada hitungannya sehingga menghasilkan irama perjalanan yang harmonis.. Dorongan Ego selalu menekan dan memaksa, lupa akan tubuh yang semakin rentan..sebenarnya sudah berteriak… STOPPP….
Akhirnya sampai pada sebuah titik berhenti sejenak, menghentikan semua lamunan, khayalan, angan-angan yang membuat pusing kepala. Hidup untuk mencari kebahagiaan dan bahagia itu sebenarnya sangat dekat…hanya sering dicari ditempat yang sangat sulit dan sangat jauh…Kebahagiaan selalu ada bersama waktu, langkah dan nafas..
Tinggal Nikmati saja apa adanya…
Seseorang
Seseorang mengajarkan aku tentang banyak hal,
Saat ku memandang sinis terhadap apa yang tak kusuka,
maka ia selalu bilang, tidak begitu cara memperlakukan sesuatu.
Seseorang juga mengajarkan aku tentang sulitnya melupakan sesuatu,
dan ia berkata, ituh hanya masalah waktu.
Seseorang mengajarkan aku untuk menikmati hidup ini,
dengan santai ia berkata, bahagiakan dirimu sendiri selagi mampu.
Seseorang mengajarkan aku untuk disiplin pada diri sendiri,
dan ia berkata, ituh investasimu untuk masa yang akan datang.
Seseorang mengajarkan aku untuk menerima apapun yang terjadi,
dan ia berkata, penuhi ransel kehidupanmu dengan rasa syukur.
Seseorang mengajarkan aku untuk memaafkan diri sendiri,
dan ia berkata, maafkan orang lain dahulu,
lalu dengan mudah kau akan memaafkan dirimu sendiri.
Dan aku mengajarkan sesuatu pada diriku sendiri,
bahwa aku selalu mempunyai seseorang,seseorang yang selalu memberikanku banyak pelajaran,
Dia itu selalu saja hadir pada saat yang tepat.
Hingga aku tidak pernah merasa sendiri dan merasa kesepian.
Semoga saja aku bisa menjadi seseorang buat orang lain.
Tidak harus mengajarkan sesuatu,
Tapi mungkin hanya bisa dengan berbagi pengalaman hidup…
datang dan pergi ituh biasa, justru prosesnya ituh yang membuat kita semakin dewasa
Yang Terlewat Dari Ku
Meminum segelas air putih
Bernyanyi dalam hujan
Kicauan burung-burung pagi
Aroma ibu saat ia memeluk
Hangatnya sinar matahari pagi
Indahnya memandang bulan
Manisnya permen coklat
Wangi masakan ibu
Kebahagiaan melihat seorang bayi tersenyum
Kerlip bintang di langit malam
Sejuknya angin menerpa wajah
Aneka rasa es krim
Percakapan-percakapan, tawa, air mata,
Dan waktu yang dihabiskan bersama teman-teman
Suara hujan
Awan-awan
Kebersamaan bersama keluarga dan sahabat
Lezatnya kue buatan ibu
Segarnya udara pagi
Damainya suara adzan subuh
Indahnya senja
Ikan-ikan di akuarium
Tertawa ketika melihat kekonyolan anak-anak
Perasaan puas ketika berhasil memecahkan soal matematika
Merdunya suara ibu saat mengaji
Birunya langit
Menyiram tanaman
Sunyinya malam
Tenangnya senyuman ibu
dan...
dan...
masih banyak lagi hal yang kita terima apa adanya dalam hidup ini. Tanpa kita sadari, hal-hal sederhana itulah yang membuat kita bahagia menjalani hari demi hari. Kalau saja kita pandai bersyukur. Bersyukur bahwa kedua mata ini masih dapat melihat bunga-bunga yang bermekaran, sementara ada seseorang yang tak pernah tahu seperti apa bentuk bunga. Bersyukur karena hari ini masih bisa bernafas, sementara ada seseorang di luar sana yang sedang terbaring lemah dengan alat bantu pernafasan. Bersyukur karena hari ini disibukkan oleh pekerjaan, sementara ada banyak orang yang masih sulit mencari pekerjaan. Bersyukur karena masih mampu menapakkan kedua kaki di sepanjang jalan, sementara ada seseoarang di suatu tempat entah dimana, tak lagi tahu bagaimana rasanya berjalan. Bersyukur karena pagi ini kita masih diberi satu kesempatan lagi untuk menjalani hari. Dan....tak terhitung lagi banyaknya hal yang Tuhan berikan kepada kita. Jadi, nikmati setiap biskuit coklat yang kita makan, pelukan ibu, ayah, kakak dan adik, percakapan-percakapan sederhana dengan para sahabat, menyapa seorang teman, memberikan perhatian pada mereka yang bersedih, tersenyum pada orang yang tak dikenal, meminta maaf pada mereka yang tersakiti hatinya, dan jangan lupa untuk mengatakan " aku sayang padamu ". Karena suatu hari nanti, akan tiba saatnya dimana kita tak mampu lagi melakukan semua itu. Maka nikmati setiap hari yang diberikan-Nya, dan bersyukurlah.. :)
Saat ini yang q inginkan hanyalah duduk dan memeluk diri ku sendiri........
Bernyanyi dalam hujan
Kicauan burung-burung pagi
Aroma ibu saat ia memeluk
Hangatnya sinar matahari pagi
Indahnya memandang bulan
Manisnya permen coklat
Wangi masakan ibu
Kebahagiaan melihat seorang bayi tersenyum
Kerlip bintang di langit malam
Sejuknya angin menerpa wajah
Aneka rasa es krim
Percakapan-percakapan, tawa, air mata,
Dan waktu yang dihabiskan bersama teman-teman
Suara hujan
Awan-awan
Kebersamaan bersama keluarga dan sahabat
Lezatnya kue buatan ibu
Segarnya udara pagi
Damainya suara adzan subuh
Indahnya senja
Ikan-ikan di akuarium
Tertawa ketika melihat kekonyolan anak-anak
Perasaan puas ketika berhasil memecahkan soal matematika
Merdunya suara ibu saat mengaji
Birunya langit
Menyiram tanaman
Sunyinya malam
Tenangnya senyuman ibu
dan...
dan...
masih banyak lagi hal yang kita terima apa adanya dalam hidup ini. Tanpa kita sadari, hal-hal sederhana itulah yang membuat kita bahagia menjalani hari demi hari. Kalau saja kita pandai bersyukur. Bersyukur bahwa kedua mata ini masih dapat melihat bunga-bunga yang bermekaran, sementara ada seseorang yang tak pernah tahu seperti apa bentuk bunga. Bersyukur karena hari ini masih bisa bernafas, sementara ada seseorang di luar sana yang sedang terbaring lemah dengan alat bantu pernafasan. Bersyukur karena hari ini disibukkan oleh pekerjaan, sementara ada banyak orang yang masih sulit mencari pekerjaan. Bersyukur karena masih mampu menapakkan kedua kaki di sepanjang jalan, sementara ada seseoarang di suatu tempat entah dimana, tak lagi tahu bagaimana rasanya berjalan. Bersyukur karena pagi ini kita masih diberi satu kesempatan lagi untuk menjalani hari. Dan....tak terhitung lagi banyaknya hal yang Tuhan berikan kepada kita. Jadi, nikmati setiap biskuit coklat yang kita makan, pelukan ibu, ayah, kakak dan adik, percakapan-percakapan sederhana dengan para sahabat, menyapa seorang teman, memberikan perhatian pada mereka yang bersedih, tersenyum pada orang yang tak dikenal, meminta maaf pada mereka yang tersakiti hatinya, dan jangan lupa untuk mengatakan " aku sayang padamu ". Karena suatu hari nanti, akan tiba saatnya dimana kita tak mampu lagi melakukan semua itu. Maka nikmati setiap hari yang diberikan-Nya, dan bersyukurlah.. :)
Saat ini yang q inginkan hanyalah duduk dan memeluk diri ku sendiri........
Sabtu, 12 November 2011
iseng
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.
Sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri(maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka (maksudnya,
Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik). (QS An 4:34).
Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam membela dan mengangkat martabat wanita, sampai memuji dan menyebutkan fungsi kedudukan wanita shalihah lagi menyenangkan.
Hal itu bisa disimak pandangan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, yang memuji wanita shalihah:
“Tidak ada keuntungan orang mukmin setelah taqwa kepada Allah‘Azza wa Jalla yang lebih baik baginya dibanding mempunyai isteri yang shalihah/baik. Apabila dia (suami) menyuruhnya maka ditaati. Apabila dia (suami) melihatnya,
maka isteri itu menggembirakannya. Apabila ia memberi bagian padanya maka dia menerimanya dengan baik.
Dan apabila ia tidak ada di rumah maka isteri yang shalihah itu tetap memurnikan cintanya untuk sang suami dalam menjaga dirinya sendiri dan harta suaminya.” (Hadits Riwayat Ibnu Majah dari Abi Umamah berderajat hasan/ baik).
Jelas sekali pujian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam terhadap derajat wanita yang shalihah. Sampai didudukkan sebagai hal yang paling menguntung-kan bagi orang yang taqwa
. Berarti dijadikan pendamping paling baik bagi para muttaqin. Sedang derajat taqwa itu adalah derajat paling tinggi di hadapan AllahSubhanahu wa Ta’ala:
“Sesungguhnya yang paling mulia dari kamu sekalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa”. (QS Al-Hujuraat/ 49: 13).
Jadi, posisi wanita shalihah itu memang benar-benar terpuji dan mulia, sebab dijadikan pendamping orang yang bertaqwa alias yang paling mulia di sisi Allah, dengan disebut sebagai unsur yang paling memberikan keuntungan.
Sedang yang menilai derajat tingginya itu ternyata adalah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam lewat Hadits tersebut di atas.
Kita percaya, apa yang disabdakan itu pasti betul. Maka, sebagai ummat dari Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam,
seharusnya kita berlomba membina wanita, baik itu isteri kita, keluarga kita maupun kerabat agar mencapai derajat prestasi unggul yang sesuai dengan anjuran beliau, yaitu wanita shalihah.
Sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri(maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka (maksudnya,
Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik). (QS An 4:34).
Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam membela dan mengangkat martabat wanita, sampai memuji dan menyebutkan fungsi kedudukan wanita shalihah lagi menyenangkan.
Hal itu bisa disimak pandangan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, yang memuji wanita shalihah:
“Tidak ada keuntungan orang mukmin setelah taqwa kepada Allah‘Azza wa Jalla yang lebih baik baginya dibanding mempunyai isteri yang shalihah/baik. Apabila dia (suami) menyuruhnya maka ditaati. Apabila dia (suami) melihatnya,
maka isteri itu menggembirakannya. Apabila ia memberi bagian padanya maka dia menerimanya dengan baik.
Dan apabila ia tidak ada di rumah maka isteri yang shalihah itu tetap memurnikan cintanya untuk sang suami dalam menjaga dirinya sendiri dan harta suaminya.” (Hadits Riwayat Ibnu Majah dari Abi Umamah berderajat hasan/ baik).
Jelas sekali pujian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam terhadap derajat wanita yang shalihah. Sampai didudukkan sebagai hal yang paling menguntung-kan bagi orang yang taqwa
. Berarti dijadikan pendamping paling baik bagi para muttaqin. Sedang derajat taqwa itu adalah derajat paling tinggi di hadapan AllahSubhanahu wa Ta’ala:
“Sesungguhnya yang paling mulia dari kamu sekalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa”. (QS Al-Hujuraat/ 49: 13).
Jadi, posisi wanita shalihah itu memang benar-benar terpuji dan mulia, sebab dijadikan pendamping orang yang bertaqwa alias yang paling mulia di sisi Allah, dengan disebut sebagai unsur yang paling memberikan keuntungan.
Sedang yang menilai derajat tingginya itu ternyata adalah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam lewat Hadits tersebut di atas.
Kita percaya, apa yang disabdakan itu pasti betul. Maka, sebagai ummat dari Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam,
seharusnya kita berlomba membina wanita, baik itu isteri kita, keluarga kita maupun kerabat agar mencapai derajat prestasi unggul yang sesuai dengan anjuran beliau, yaitu wanita shalihah.
Langganan:
Postingan (Atom)


