Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.
Sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri(maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka (maksudnya,
Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik). (QS An 4:34).
Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam membela dan mengangkat martabat wanita, sampai memuji dan menyebutkan fungsi kedudukan wanita shalihah lagi menyenangkan.
Hal itu bisa disimak pandangan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, yang memuji wanita shalihah:
“Tidak ada keuntungan orang mukmin setelah taqwa kepada Allah‘Azza wa Jalla yang lebih baik baginya dibanding mempunyai isteri yang shalihah/baik. Apabila dia (suami) menyuruhnya maka ditaati. Apabila dia (suami) melihatnya,
maka isteri itu menggembirakannya. Apabila ia memberi bagian padanya maka dia menerimanya dengan baik.
Dan apabila ia tidak ada di rumah maka isteri yang shalihah itu tetap memurnikan cintanya untuk sang suami dalam menjaga dirinya sendiri dan harta suaminya.” (Hadits Riwayat Ibnu Majah dari Abi Umamah berderajat hasan/ baik).
Jelas sekali pujian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam terhadap derajat wanita yang shalihah. Sampai didudukkan sebagai hal yang paling menguntung-kan bagi orang yang taqwa
. Berarti dijadikan pendamping paling baik bagi para muttaqin. Sedang derajat taqwa itu adalah derajat paling tinggi di hadapan AllahSubhanahu wa Ta’ala:
“Sesungguhnya yang paling mulia dari kamu sekalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa”. (QS Al-Hujuraat/ 49: 13).
Jadi, posisi wanita shalihah itu memang benar-benar terpuji dan mulia, sebab dijadikan pendamping orang yang bertaqwa alias yang paling mulia di sisi Allah, dengan disebut sebagai unsur yang paling memberikan keuntungan.
Sedang yang menilai derajat tingginya itu ternyata adalah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam lewat Hadits tersebut di atas.
Kita percaya, apa yang disabdakan itu pasti betul. Maka, sebagai ummat dari Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam,
seharusnya kita berlomba membina wanita, baik itu isteri kita, keluarga kita maupun kerabat agar mencapai derajat prestasi unggul yang sesuai dengan anjuran beliau, yaitu wanita shalihah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar