Jumat, 18 Mei 2012

baby blues

Baby blues adalah perasaan kacau-balau yang melanda ibu yang baru melahirkan (ini definisi ciptaan saya sendiri, hihihi). Konon 80 persen perempuan mengalaminya setelah persalinan. Detik ini senang karena punya bayi, detik berikutnya tiba-tiba sedih dan menangis bercucuran air mata. Susah untuk konsentrasi pada sesuatu, hilang selera makan, susah tidur, kadang bawaannya pengen maraaaah terus. 

Mungkin pengalaman saya di bawah ini juga termasuk dalam baby blues

Tanggal 11 Mei setelah di periksa dokter mengijinkan aq dan bayi ku untuk pulang karena kondisi kami sehat semuanya..  Sesampainya di rumah disinilah awal kondisi q menuju stress di mulai.. Ketika di rumah sakit awal pertama aq menyusui baby q yang q rasakan sakit di Puting q yang ternyata lecet dan luka.. Aq jadi ketakutan untuk menyusui lagi.. Takut rasa sakitnya.. Justru karena aq ketakutan itu lah Asi q langsung terhenti.. 

Disini awal kekacauan nya... Setengah di paksa baby q di kasih susu dot.. Awalnya dy menolak.. Tapi karena lapar akhirnya dy mau juga.. Tapi hati ini ngerasa ndak tega.. Melihat wajahnya ketika memandang ku seolah menghakimi q.. seolah dy berkata " mama aq mau susu mama bukan dodot..." Aq tak sanggup berkata apapun... Aq hanya mampu menangis dan meminta maaf pada putri kecil ku.. Esoknya aq bertekad aq harus mampu.. Aq harus kuat.. Biar bagaimana pun ini untuk putri ku.. Untuk bintang kecil ku... Dengan dukungan suami aq mulai mencoba menyusui lagi... Walau sakit rasanya aq menahannya.. aq ndak ingin dy kehilangan haknya.. Dy berhak mendapatkannya.. Kasih sayang Mama nya lewat Asi ituh lebih utama dari apapun... Apalagi mengingat semua rasa sakit yang q lalui saat proses persalinan rasa sakit ini tak seberapa.. 
 
Ini adalah beberapa jurus jitu untuk menghadapi Baby blues yang q baca di internet..

Jurus pertama:
Sebelum si bayi lahir, waspadalah dan kenalilah gejala-gejala baby-blues. Hal ini sangat berguna dalam menghadapi ‘sambaran’ si baby blues.
Misalnya, ketika perasaan kita kacau-balau setelah melahirkan, pengetahuan tentang gejala baby-blues akan membuat kita berpikir, “Oh, ini normal, insya Allah akan hilang seminggu-dua minggu lagi…sabar…sabar…”

Jurus kedua:
Lepaskan saja emosi, gak usah ditahan-tahan. Mau nangis, marah, ya keluarin aja… Sadarilah, bahwa kondisi ini normal dan dialami oleh hampir semua ibu, jadi tidak perlu ada rasa bersalah, apalagi merasa:”Aku ini bukan ibu yang baik”. Btw, di sini letak pentingnya pemahaman suami—jadi sebelum melahirkan, perkenalkan apa itu baby-blues pada suami.

Jurus Ketiga:
Usahakan tidur sebanyak mungkin (bahkan kalau ada kesempatan 10 menit pun, gunakan untuk tidur). Namun, supaya si ibu bisa tidur enak, ada hal-hal yang perlu dilakukan:Jangan pedulikan keadaan rumah yang berantakan, cucian yang menumpuk, dll. Memikirkan hal itu malah membuat resah dan susah tidur. Yang penting tidur dulu, urusan lain biar nanti diurus.

Kini sudah sembilan hari dy hadir dalam hidup ku.. Walau setiap pagi q terbangun dengan rasa kantuk yang teramat sangat tapi jika mendengar dy menangis haus dan lapar hilang sudah kantuk ku...  Aq pun tak merasa ragu atau takut lagi untuk menyusui bayi q... 

Alhamdulillah aq mampu mengatasinya hingga hari ini... Semoga seterusnya aq mampu... hehehehe... Semangat Menyusui... Dukung Program Menyusui Hingga Usia Bayi Minimal 6 Bulan... :):)



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar