Merindumu adalah hal yg aneh.
ya setidaknya menurutku,.
aku tersenyum meski sendiri,
merasa ramai sekalipun sepi,
yaa karena hatiku terasa cukup gemetar dengan keutuhanmu,
membuatku bernafas kurang teratur sebelum pelukmu aku kenai,
anggap lah saja aku anak yg menunggu dihadiahi.
Dan memang,hadiahku merindumu adalah menunggu,.
menunggu biar tuhanku mengikatkan kamu pelan2 ke arahku
Dlm sudut maluku pernah aku biarkan rinduku berserakan.
Dan itu tentangmu, masih tentangmu saja..
Sebagian rindu aku lemparkan ke atas langit.agar saat kamu sedang jenuh, ada satu dariku yg bisa kau lihat.
Sebagian lainnya aku aku tanamkan di kebun kataku,
Dan aku alirkan lewat caraku untuk nanti menggila bersamamu.
Suatu saat nanti. Semoga saja..
Mungkin tuhanku jenuh mendengar namamu selalu ku ucap dlm syujud syukurku.
Bagiku kenapa tidak,
Aku hanya mau Dia tau,
hatiku cukup nyaman untuk-Nya memasukkan sedikit kamu di dalamnya..
Aku sempat tak sadar dlm senyum sendiriku,
Mendalami tentang kamu seperti aku ingin tau tentangku sendiri,
Sedang aku pun tau.
tak mungkin pemuja sepertiku singgah dimatamu walau sedetik yg kamu punya.
Ah sudahlah, menggilaimu dgn caraku sendiri membuatku bahagia,
Asal kamu tahu saja nanti.
Pada waktu yang ku tunggu-tunggu..
Sempat ku fikir tuhan bermain main denganku, entah mengajariku, atau bersia-sia dalam waktuku..
Dia kirim aku satu,, dua dan seterusnya, padahal sebenarnya, satu yg ku mau adalah kamu.masih tentang kamu..
Utuh..
manis..
Dan terjatuh lah aku, tepat ke hatimu,
Aah aku malu.
Oiya,
Mungkin aku sempat seperti menggurui tuhanku,
aku menyebutmu lirih dlm doa seperti ini:
Tuhan, aku Sampaikan cinta dalam puisi. Pada bumi yang kau tulis kata hatiku pada tanah takdirmu. “Aku cukup dengannya. Dengan senyum dia seperti itu saja, aku cukup.kamu tau,,”
ya setidaknya menurutku,.
aku tersenyum meski sendiri,
merasa ramai sekalipun sepi,
yaa karena hatiku terasa cukup gemetar dengan keutuhanmu,
membuatku bernafas kurang teratur sebelum pelukmu aku kenai,
anggap lah saja aku anak yg menunggu dihadiahi.
Dan memang,hadiahku merindumu adalah menunggu,.
menunggu biar tuhanku mengikatkan kamu pelan2 ke arahku
Dlm sudut maluku pernah aku biarkan rinduku berserakan.
Dan itu tentangmu, masih tentangmu saja..
Sebagian rindu aku lemparkan ke atas langit.agar saat kamu sedang jenuh, ada satu dariku yg bisa kau lihat.
Sebagian lainnya aku aku tanamkan di kebun kataku,
Dan aku alirkan lewat caraku untuk nanti menggila bersamamu.
Suatu saat nanti. Semoga saja..
Mungkin tuhanku jenuh mendengar namamu selalu ku ucap dlm syujud syukurku.
Bagiku kenapa tidak,
Aku hanya mau Dia tau,
hatiku cukup nyaman untuk-Nya memasukkan sedikit kamu di dalamnya..
Aku sempat tak sadar dlm senyum sendiriku,
Mendalami tentang kamu seperti aku ingin tau tentangku sendiri,
Sedang aku pun tau.
tak mungkin pemuja sepertiku singgah dimatamu walau sedetik yg kamu punya.
Ah sudahlah, menggilaimu dgn caraku sendiri membuatku bahagia,
Asal kamu tahu saja nanti.
Pada waktu yang ku tunggu-tunggu..
Sempat ku fikir tuhan bermain main denganku, entah mengajariku, atau bersia-sia dalam waktuku..
Dia kirim aku satu,, dua dan seterusnya, padahal sebenarnya, satu yg ku mau adalah kamu.masih tentang kamu..
Utuh..
manis..
Dan terjatuh lah aku, tepat ke hatimu,
Aah aku malu.
Oiya,
Mungkin aku sempat seperti menggurui tuhanku,
aku menyebutmu lirih dlm doa seperti ini:
Tuhan, aku Sampaikan cinta dalam puisi. Pada bumi yang kau tulis kata hatiku pada tanah takdirmu. “Aku cukup dengannya. Dengan senyum dia seperti itu saja, aku cukup.kamu tau,,”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar