Mungkin perlu begini saat
kebimbangan bersarang di dada berjauhan untuk mencari makna satu
ikatan rasa namun, akankah kau temukan jawaban yang sejujurnya?
sebuah kalimat lewat pesan yang berulang, kautangkalkan sudah
memang kau menyayangi dia apa adanya namun kalimat itu
bukanlah bayu sore yang melenakan daun cinta meliuk terkulai
dihujung dahan kesabaran tiap kali kau menebar mesra
membuatnya sentiasa resah begitu lelahnya dia menahan luka
dalam diam, dia hanya bisa memendam rasa rindu baginya
begitu indah pun amat menyakitkan begitu satu kesetiaan
dicari saat berjauhan dalam sepi mengunci diri begitu
kerinduan membara api 'tika sebuah wajah enggan muncul dalam
mimpi begitu resah yang tak terlukiskan sehingga
tetes-tetes kristal berderai berjatuhan cemburu mengocak-ngocak
kenang sebak dada belum lagi tenang begitu sepinya dia
saat kau tiada menanti dalam hitungan waktu dan hari menangis
sendiri dalam rindu kian terasa menggigit disetiap hembusan nafas
dan sanubari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar