penuh berkah, ketika bulan yang begitu dirindukan itu tanpa bisa ditolak pergi
meninggalkan. Terasa sekali jiwa ketakwaan yang masih rapuh, saat Ramadhan
pergi. Sadar banyak sekali kesempatan terlewatkan tanpa pencerahan. Ingin
Ramadhan tetap menjadi hari-hari yang panjang.
Syawal, Idul fitri, tetap menggembirakan. Hari kemenangan. Meski ketakwaan tak
yakin telah merasuk di jiwa. Yang diinginkan adalah nuansa Ramadhan yang teduh
dan menyimpan energi penyemangat yang unik tetap dirasakan di bulan-bulan yang
akan datang. Agar bekal yang telah dihimpun selama Ramadhan bisa tetap terjaga
tak ternoda hingga kelak bertemu kembali dengan hari-hari mulia itu, atau lebih
dulu kembali menghadap pemilik bulan barokah itu sebelum hilal Ramadhan
menggaris di langit dunia.
Ketika perpisahan menjelma, kerinduan pun merasuk ke setiap celah jiwa. Tak
henti memori mengingat saat-saat bahagia dalam kebersamaan dan segala romantisme
sesaat sebelum waktu memisahkan. Dan kerinduan memberi kekuatan dan optimisme
yang khas, harapan kuat untuk bisa berjumpa kembali
RH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar