Minggu, 24 Mei 2015

UNTUK MU IBU

“ Aku melihat sorot mata yang menatap tajam tubuh rapuhku, dan aku rasakan hangatnya kasih sayang dari tatapmu. Saat aku harus terpaksa tersungkur dalam perjalanan, saat aku harus menangis dalam keta’mengertian. Sekejap, bahagia mengalir dalam aliran darahku. Karena setiap kata yang kau ucap, bagai suntikan darah baru yang menggantikan darah pengecutku, menggantikan darah kerapuhanku.

Sekarang aku jauh darimu, disudut kota yang aku tak mengenalnya. Dan jarang sekali aku melihat tatapan itu lagi, jarang sekali aku menikmati senyum manis yang sejukkan hati. Tapi indah senandungmu masih terngiang dalam sisi ruang telingaku, dan tak akan pernah aku hapus. Kau tau….? Disini aku-pun kadang terjatuh, aku tak mampu menahan hempasan kesedihan yang terkadang sangat kejam menerpaku. Tapi setidaknya aku masih menyimpan kidung yang pernah kau lantunkan untukku, hingga bisa selalu aku dengar. Aku masih punya rangkaian kata indahmu, untuk selalu aku resapi. Dengan itulah aku kembali berdiri, kembali menatap apa yang aku cari.

Meski saat ini kita tak bersama, tapi indah kasihmu masih membelai lembut hati. Meski tubuhmu saat ini tak ada disampingku, tapi hangat pelukmu masih terasa, saat dingin menyelimuti.

Aku hanya tak ingin menyakitimu, aku takut air mata menetes dari mata indahmu hanya karena keta’warasanku. Aku akan tetap berusaha menjaga hatiku untukmu, aku akan tetap menjaga kasih sayangmu. Karena kasih sayangmu sangat aku butuhkan dalam setiap jejak langkahku, karena manisnya senyummu, hangatnya pelukmu, akan selalu membawa angin sejuk untukku. Dan percayalah, aku akan tetap menjadi anak terbaikmu. untukmu IBU ” .

Mav kan ketakberdayaan ku membahagiakan hati mu... mungkin aq hanya mampu menyusahkan mu.... tapi tak pernah lelah doa kau kirimkan hanya untuk ku... untuk kami... putra - putri mu.....
RH  12 JUNI 2010



Tidak ada komentar:

Posting Komentar