“ Aku
melihat sorot mata yang menatap tajam tubuh rapuhku, dan aku rasakan
hangatnya kasih sayang dari tatapmu. Saat aku harus terpaksa tersungkur
dalam perjalanan, saat aku harus menangis dalam keta’mengertian.
Sekejap, bahagia mengalir dalam aliran darahku. Karena setiap kata yang
kau ucap, bagai suntikan darah baru yang menggantikan darah pengecutku,
menggantikan darah kerapuhanku.
Sekarang aku jauh darimu, disudut
kota yang aku tak mengenalnya. Dan jarang sekali aku melihat tatapan
itu lagi, jarang sekali aku menikmati senyum manis yang sejukkan hati.
Tapi indah senandungmu masih terngiang dalam sisi ruang telingaku, dan
tak akan pernah aku hapus. Kau tau….? Disini aku-pun kadang terjatuh,
aku tak mampu menahan hempasan kesedihan yang terkadang sangat kejam
menerpaku. Tapi setidaknya aku masih menyimpan kidung yang pernah kau
lantunkan untukku, hingga bisa selalu aku dengar. Aku masih punya
rangkaian kata indahmu, untuk selalu aku resapi. Dengan itulah aku
kembali berdiri, kembali menatap apa yang aku cari.
Meski saat
ini kita tak bersama, tapi indah kasihmu masih membelai lembut hati.
Meski tubuhmu saat ini tak ada disampingku, tapi hangat pelukmu masih
terasa, saat dingin menyelimuti.
Aku hanya tak ingin menyakitimu,
aku takut air mata menetes dari mata indahmu hanya karena
keta’warasanku. Aku akan tetap berusaha menjaga hatiku untukmu, aku akan
tetap menjaga kasih sayangmu. Karena kasih sayangmu sangat aku butuhkan
dalam setiap jejak langkahku, karena manisnya senyummu, hangatnya
pelukmu, akan selalu membawa angin sejuk untukku. Dan percayalah, aku
akan tetap menjadi anak terbaikmu. untukmu IBU ” .
Mav kan
ketakberdayaan ku membahagiakan hati mu... mungkin aq hanya mampu
menyusahkan mu.... tapi tak pernah lelah doa kau kirimkan hanya untuk
ku... untuk kami... putra - putri mu.....
RH 12 JUNI 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar