Senin, 11 Oktober 2010

Angan Dalam Hujan

rinai hujan masih terdengar

seperti nyanyian jiwa yang sepi

menjatuhkan satu satu manik air

satu tetes di daun itu

satu lagi di ujung atap

masih setia dengan irama yang sama

komposisi alam tanpa birama

awal hari belum mulai

masih setia dia dengan nyanyiannya

membekap keinginan untuk berimaji

untuk bebaskan jiwa yang nelangsa

oh hujan,

andai engkau tahu maksudku

sekedar memeluk lembayung di ujung horizon tadi sore

untuk kujadikan teman minum teh di serambi mimpi

oh hujan,

akankah engkau menemaniku

menghabiskan sisa waktu

sampai jingga menjemput di ufuk timur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar