rinai hujan masih terdengar
seperti nyanyian jiwa yang sepi
menjatuhkan satu satu manik air
satu tetes di daun itu
satu lagi di ujung atap
masih setia dengan irama yang sama
komposisi alam tanpa birama
awal hari belum mulai
masih setia dia dengan nyanyiannya
membekap keinginan untuk berimaji
untuk bebaskan jiwa yang nelangsa
oh hujan,
andai engkau tahu maksudku
sekedar memeluk lembayung di ujung horizon tadi sore
untuk kujadikan teman minum teh di serambi mimpi
oh hujan,
akankah engkau menemaniku
menghabiskan sisa waktu
sampai jingga menjemput di ufuk timur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar