Pernikahan itu untuk dijalani bukan hanya sekedar di logika atau dipikirkan. Karena jika kita hanya melogika, pasti kita tak kan berani untuk melangkah. Melangkah dengan keimanan yana ada di dalam dada bukan berdasarkan Logika
Ini adalah kisah seorang teman yang di ceritakan kepada saya sebagai nasehat untuk menyegerakan pernikahan....
“ Ketika saya menikah, saya belum punya pekerjaan yang mapan, saya dan istri masih kuliah. Kalau saya hanya melogika tentu pernikahan ini tak akan terjadi. Apa nanti yang saya berikan kepada istri dan anak. Tapi saya yakin dalam perjalanan nanti Allah pasti menolong saya seperti apa yang telah ia janjikan “ Jika kamu miskin, maka Allah akan memampukan dengan karunia – Nya” (QS. An_Nur [24] : 32). Dan alhamdulillah dalam perjalanan selanjutnya Allah benar - benar melimpahkan karunia – Nya kepada saya, walaupun saya juga sempat merasakan sedikit kesulitan, tapi saya tetap yakin bahwa itu semua hanyalah tahapan yang mesti di lalui oleh siapa saja yang mengarungi bahtera Rumah Tangga. “
Saat kita mendahulukan logika akal ketika hendak menikah maka yang nampak dalam bayangan adalah “semua serba sulit”. Meskipun sebenarnya hati sudah sangat rindu untuk segera menikah. Semakin jauh kita mengedepankan logika, maka yang nampak justru kesulitan yang makin menjadi dan semakin mustahil untuk melangkah ke pernikahan. Jadi sebaiknya kita tinggalkan segala macam logika yang menampakan kesulitan dalam mengarungi bahtera Rumah tangga karena semua itu berasal dari syaitan. Semakin jauh kita mengedepankan akal maka syaitan akan mendatangi mu dari berbagai arah seperti yang telah di ikrarkan syaitan sendiri bahwa i akan menggoda anak keturunan Adam dari berbagai arah.
Iblis menjawab : “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat saya benar – benar akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka, belakang, kanan dan kiri. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (Q.S Al-A'raaf [7] :16-17)”
Syaitan menjanjikan kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan; sedangkan Allah menjanjikan ampunan daripada -Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas karunia – Nya lagi Maha Mengetahui. (Q.S 2 :268)
Dan jika kita hanya menggunakan logika akal semata pasti kita tidak akan jadi melangkah.saat hendak berbuat baik termasuk menikah. Karena semakin jauh kita mengedepankan logika ketika menikah yang nampak hanya kesulitan, kesusahan serta masa depan yang suram saja di depan mata kita.
Kemudian tenangkan lah dirimu lalu dengarkan baik – baik bisikan hati nurani mu, bila kamu mendengar suara “ Aku Rindu Menikah” lalu kenapa harus ragu dan bimbang?? Ingatlah sabda Rasulullah SAW :
" tidaklah suatu kaum berlambat – lambat dalam suatu urusan, sampai Allah menjadikanya benar – benar lambat' (HR. At-Tarmidzi)"
Oleh karena itu Bulatkan tekadmu untuk segera menikah. Ucapkan lah “BISMILLAH” ________ AKU MELANGKAH.”
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang – orang yang bertawakal kepada – Nya. (Q.S. Ali Imran [3] : 159)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar