Rinai hujan jatuh perlahan membasahi tanah yang begitu kering,
dedaunan menari mengucapkan selamat datang pada hujan,
karena rinai hujan memberikan kesejukan seluruh isi bumi.
Seharusnya aku senang karena senja ini begitu sejuk,
selama ini aku beranggapan bahwa rintik hujan selalu membuat suasana jadi romantis,
tapi kali ini, aku merasakan ada tetesan bening disudut mataku,
hati ini begitu teriris menahan rasa rindu,
begitu berat rasanya mencinta seperti ini.
Aku teramat sangat menyintai dan saat ini rasa rindu ini tak terbendung lagi,
rindu ini terasa menyiksa hati dan perasaanku,
betapa sulit menggapai nya,
betapa jauh jarak yang harus kulewati hanya untuk menggenggam jemari nya,
Betapa tersiksa diri ini manakala yang kucumbu hanya bayangan ,
ya hanya bayangan yang selama ini menemani hari-hariku,
menghapus sedikit rasa rindu ini,
tapi hari ini aku tak mampu lagi menahan diri ini rasa rindu ini telah menguasai seluruh alam pikiranku.
Inginnya aku berteriak sekencang-kencangnya agar beban di dada ini bisa lepas semua,
ternyata untuk berteriak pun aku tak mampu,
aku hanya mampu mendesah menyebut nama nya perlahan,
dan menyebut nama Tuhan memohon kemurahan hatiNYA untuk dapat bertemu.
dimanakah kau berada tak dapatkah kau rasakan beban rindu yang sedang kutanggung saat ini?
...aku lelah, lelah mencumbu bayangmu,
bilakah kau datang?
Mendekap ku dalam hangat mentari pagi itulah impian terbesarku Kasih.
Tuhan, semoga Engkau bermurah hati memberi kami kesempatan untuk melepas rindu ini,
semoga ada belas kasihMU agar aku dapat menatap senyum hangatnya menatap lembut bola matanya,
menggenggam erat jemarinya yang selama ini hanya mampu aku khayalkan saja
VOICE of Rinai Hujan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar