Kata mama, cinta itu seperti hujan.
Sering meruah tiba-tiba.
Menyisakan
warna-warna di langit bernama pelangi.
Aku selalu mengingat kata kata
beliau.
Saat hujan, aku selalu menanti pelangi diujung cakrawala sana.
Memandang keindahannya.
Merendanya menjadi menjadi untaian indah.
Berharap ada ruah ruah semaian cinta dalam tiap indah warnanya.
Ku pikir
cinta seperti itu selalu sejati
karena tidak pernah dirancang
kapan
jatuhnya dan kapan hilangnya.
Oleh karenanya aku selalu merenda cintaku
dengan hati dan jiwaku untuk lelaki
yang beruntung membuatku mau merenda
cinta itu.
Cinta untukku selalu menyanyikan keindahan,
jikapun ada
tangis dan air mata,
itu hanyalah karena ego yang terluka.
RH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar