Malam demi malam..
Siang demi siang..
Aku bercinta dengan bayang wajah kekasih..
Sepanjang jalan melenggang...
Seluas ruang menghampa...
Aku berkeras menarikkan sepi...
Memuja tembang - tembang....
Mengapa memilih satu dari yang banyak?
Mengapa tak menumpuki sang satu dengan yang banyak?
Impian demi impian surgawi..
Terbanting di atas batu - batu....
Lalu aku di jalan menanjak dan berliku...
Berharap - harap sekaligus cemas...
Datang dan pergi...
Dari waktu ke waktu..
Hidup seperti hanya menunggu-nunggu jawabmu...
Jarum jam di tembok bosan menunggu...
Lalu melesat menusuki kalbu...
Rasanya sudah membeku aku....
Dalam demam ku sebut terus nama mu...
Sedang kecupan demi kecupan masih mewarnai sekujur tubuh...
Tapi tak satupun juga tanda-tanda cinta meredakan badai di dada....
The voice of Rinai Hujan....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar