Dalam pelukan sang hujan aku tertawa dan menangis bersamaan
Hanya dalam pelukan sang hujan aku bisa membenci dan menciantai mu
Dan hanya dalam pelukan sang hujan aku bisa melihat wajah mu.
Dia yang hidup dari warna pelangi.
Yang akan datang sesaat setelah sang hujan meninggalkan jejak.
Dan akan pergi seketika mentari tampak.
Begitu mencintai mu dengan sayap pelangi
dan membenci mu karena tak pernah tinggal lama.
Ku rela menanti sang hujan yang dingin.
Yang akan memmelukku erat dalam riakan air kedukaan hanya untuk melihat mu datang sesaat.
Penantian yang panjang, melelahkan menjemukan dan memuakkan
Tapi aku tetap akan menunggu mu.
Aku tak perduli.
Walau sang hujan akan mengambil sedikit-demi sedikit nyawa ku untuk persembahan.
Aku tak perduli.
Walau aku pasti akan mati dalam pelukan sang hujan.
Karena pada akhirnya aku juga pasti akan mati karena merindukan nya.
*saat pelangi setelah hujan*
**
Dan sejatinya hanya sang hujan yang selalu bersedia memeluk ku.
Mengapus air mata ku dan membuat ku tertawa
Yang telah membuat aku jatuh cinta dan terus merindu…
*saat sang hujan memelukku*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar